IMPLEMENTASI TEKNIK DAN DOKUMENTASI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA PT TELEKOMUNKASI INDONESIA, Tbk.

 

ARTIKEL

IMPLEMENTASI TEKNIK DAN DOKUMENTASI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA PT TELEKOMUNKASI INDONESIA, Tbk.

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas kuliah

Sistem Informasi Akuntansi

Dosen Pengampu: Yananto Mihadi Putra, SE, M.Si




Disusun oleh:

Lailatus Sholihah        43220010184

 

JURUSAN AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITA MERCU BUANA

JAKARTA

2022



ABSTRAK

Analisis dan desain sistem akuntansi adalah analisis sistem dengan berbagai masalah yang berkaitan dengan kebutuhan informasi dari berbagai pihak. Untuk mengatasi masalah ini, analis sistem perlu menyediakan teknologi dokumen dengan baik. Teknologi ini diharapkan dapat digunakan untuk menganalisis masalah.

Dokumentasi terdiri dari dokumen naratif, diagram alur, diagram, dan materi tertulis yang berbeda, yang memberikan penjelasan tentang cara kerja perangkat. Catatan ini terdiri dari siapa, apa, kapan, di mana, mengapa, dan cara akses fakta dimasukkan, diproses, disimpan, menghasilkan catatan, dan cara untuk mengelola perangkat.

Sistem informasi akuntansi adalah suatu komponen organisasi yang terdiri dari kumpulan sumber daya seperti manusia dan peralatan yang dirancang untuk mengumpulkan, menklasifikasikan, mengolah, menganalisis dan mengkomunikasikan informasi finansial serta pengambilan keputusan yang relevan, yang dibutuhkan oleh pihak eksternal maupun internal perusahaan.

Kata kunci: Teknik dan Dokumentasi Sistem Informasi Akuntansi

 


 

PEDAHULUAN

Dokumentasi menurut Sugiyono (2015: 329) adalah suatu cara yang digunakan untuk memperoleh data dan informasi dalam bentuk buku, arsip, dokumen, tulisan angka dan gambar yang berupa laporan serta keterangan yang dapat mendukung penelitian. Dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data kemudian ditelaah. Dalam menganalisis dan merancang suatu sistem informasi akuntansi, analisis sistem akan dihadapkan pada beberapa permasalahan yang berkaitan dengan kebutuhan informasi oleh berbagai pihak. Untuk menyelesaikan masalah tersebut, seorang analis sistem harus memiliki bekal teknik pendokumentasian yang baik. Teknik tersebut diharapkan dapat digunakan untuk menganalisis setiap permasalahan yang dihadapi.

Dalam Statement of Auditing Standard (SAS) 55, Consideration of the Internal Control Structure in a Financial Statement Audit mensyaratkan auditor independen memiliki pemahaman atas sistem pengendalian internal perusahaan sebelum melakukan audit (Romney, 2005). Atas alasan tsb, para auditor sistem direkomendasikan untuk menggunakan bagan alir ketika mendokumentasikan sebuah sistem yang komplek dan rumit. Dengan gambaran tersebut, auditor sistem akan mudah melihat kelemahan dan kekuatan pengendalian suatu perusahaan.

Teknik sistem merupakan alat yang digunakan dalam menganalisis, merancang, dan mendokumentasikan sistem dan sub-sub sistem yang berkaitan. Teknik sistem penting bagi auditor intern dan ektern serta para personel sistem dalam pengembangan sistem informasi.

Teknik sistem juga digunakan oleh akuntan yang melakukan pembuatan sistem, baik secara intern bagi perusahaannya maupun secara ektern sebagai seorang konsultan. Dengan demikian seorang Akuntan harus memiliki keahlian dan kemampuan untuk mendokumentasikan sistem dalam bentuk grafis. Untuk menganalisis sebuah sistem, maka diperlukan desain dan teknik dokumentasi yang akan digunakan secara rutin oleh seorang Desainer dan auditor sistem oleh tenaga Akuntansi.

Sedangkan Dokumentasi itu sendiri meliputi bentuk naratif, bagan alir (flowchart), diagram dan materi tertulis lainnya, yang menjelaskan bagaimana sebuah sistem bekerja. Informasi ini meliputi siapa, apa, kapan, dimana, mengapa dan bagaimana data dimasukkan, diproses, disimpan, menghasilkan informasi, serta bagaimana pengendalian sistem. Salah satu alat yang sering digunakan untuk mendokumentasikan sistem adalah: diagram arus data dan bagan alir (bagan alir dokumen, bagan alir sistem, bagan alir program). Alat ini dilengkapi dengan deskripsi naratif sistem, yaitu penjelasan pertahap mengenai komponen dan interaksi sistem.

 


 

LITERATUR TEORI

Definisi Teknik Sistem dan Dokumentasi

 

Rekayasa sistem adalah alat yang digunakan untuk menganalisis, merancang, dan mendokumentasikan sistem dan subsistem yang terkait. Rekayasa sistem penting bagi auditor internal dan eksternal dan staf sistem dalam pengembangan sistem informasi.

Teknologi sistem juga digunakan oleh akuntan yang membuat sistem baik di dalam maupun di luar perusahaan. Oleh karena itu, akuntan harus memiliki keahlian dan kemampuan untuk mendokumentasikan sistem dalam format grafis. Untuk menganalisis sistem, desainer dan akuntan perlu merancang dan mendokumentasikan teknik yang digunakan auditor sistem setiap hari.

Dokumentasi itu sendiri berisi format deskriptif, diagram alur, diagram, dan materi tertulis lainnya yang menggambarkan cara kerja sistem. Informasi ini mencakup siapa, apa, kapan, di mana, mengapa, bagaimana memasukkan, memproses, menyimpan data, menghasilkan informasi, dan mengendalikan sistem. Salah satu alat yang paling sering digunakan untuk mendokumentasikan sistem adalah diagram alur data dan diagram alur (diagram alur dokumen, diagram alur sistem, diagram alur program). Alat ini dilengkapi dengan deskripsi sistem yang menyajikan deskripsi yang mungkin tentang komponen dan interaksi sistem.

 

Pemodelan Sistem Berbasis Data

Record akuntansi dalam sistem berbasis komputer disajikan dalam empat jenis file magnetis yang beredar, yaitu: file induk, file transaksi, file referensi, dan file arsip.

1) File Induk, secara umu berisi data-data akun.  Buku besar dan buku besar pembantu adalah contoh dari file induk. Nilai data-data dalam file induk diperbaharui dari transaksi.

2) File Transaksi, file sementara yang menyimpan record transaksi yang akan digunakan untuk mengubah atau memperbaharui data dalam file induk. Pesanan penjualan, penerimaan persediaan, dan penerimaan kas adalah contoh dari file transaksi.

3) File Referensi, menyimpan data yang digunakan sebagai standar untuk memproses transaksi. Misalnya, program pembayaran gaji dapat merujuk ke tabel pajak. File referansi lainnya meliputi daftar harga untuk faktur pelanggan, daftar pemasok yang diotorisasi, daftar nama pegawai, dan file kredit pelanggan untuk penjualan kredit.

4) File Arsip, berisi record-record tentang transaksi masa lalu yang dipertahankan untuk referensi akan datang. Bentuk transaksi ini merupakan bagan yang penting dari jejak audit. File arsip meliputi jurnal-jurnal, informasi pembayaran gaji periode sebelumnya, daftar nama pegawai sebelumnya, ecord tentang akun yang dihapus dan buku besar periode sebelumnya.

Organisasi yang menggunakan buku besar publik untuk pelaporan keuangan hanya akan menemukan bahwa sistem batch yang menggunakan file berurutan memenuhi kebutuhan mereka dan memberikan tingkat keamanan yang tinggi. Sistem semacam itu mudah dioperasikan dan mudah dikendalikan akses ke buku besar umum. Namun, jika Anda ingin menggunakan buku besar Anda untuk mendukung berbagai tugas di organisasi Anda, Anda mungkin memerlukan sistem yang menggunakan pemrosesan real-time dan akses langsung ke file.

Teknik dokumentasi perlu dikuasai oleh akuntan maupun keuangan dan akuntansi untuk mendesain dan mempermudah auditor sistem, para akuntan menggunakan dokumentasi sistem secara rutin. Kemampuan untuk mendokumentasikan sistem dalam bentuk grafik karena merupakan keahlian penting bagi para akuntan untuk dikuasai. Ada enam teknik dokumentasi dasar, diantaranya: diagram relasi entitas (REA), diagram arus data (DAD), flowchart dokumen, flowcahart sistem, flowchart program, dan diagram tata letak record.

 

Peran Teknik Dokumentasi

Peranan teknik pendokumentasian sebenarnya tergantung dari jenis pekerjaan, teknik pendokumentasian memiliki peranan penting dalam hal berikut ini.

1.       Sebuah sistem beroperasi dapat terbaca dari dokumentasi yang tersedia

2.       Dapat mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dokumentasi system pengendalian internal dan dapat menentapkan apakah sistem tersebut memenuhi kebutuhan perusahaan

3.       Sebuah sistem berfungsi secara optimal, apabila sistem tersebut dapat secara mudah dimengerti prosedurnya oleh orang lain dan dalam pengembangan sistem baru harus menunjukkan sistem pengendalian internalnya.

Pengguna Teknik Sistem

1)            Pengguna Teknik-Teknik Sistem dalam Aktifitas Auditing

A.     Evaluasi Struktur Pengendalian Intern Berupa kebijakan dan prosedur yang dibuat sebagai jaminan bahwa tujuan perusahaan akan tercapai. Dalam mengevaluasi pengendalian intern, auditor umumnya memperhatikan arus pemrosesan dan distribusi dokumen-dokumen. Struktur Pengendalian Intern terdiri dari 3 elemen:

a.       Pengawasa lingkungan

b.       Sistem akuntansi

c.       Pengawasan prosedur.

B.     Teknik yang digunakan antara lain adalah Flowchart analisis, flowchart dokumen, bagan distribusi formulir, kuesioner dan metode matriks.

C.     Untuk melakukan tes kepatuhan, auditor harus memiliki pemahaman tentang teknologi yang digunakan dalam sistem informasi. Tes kepatuhan dilakukan untuk mengkonfirmasi keberadaan, mengevaluasi efektivitas, dan menguji kelangsungan prosedur pengendalian internal yang bergantung pada organisasi.

D.     Kertas Kerja adalah catatan auditor tentang prosedur dan tes yang digunakan, informasi yang diperoleh, dan kesimpulan yang dicapai selama kontrak garansi. Teknologi sistem digunakan untuk mendokumentasikan dan menganalisis isi kertas kerja.

2)            Penggunaan Teknik Sistem dalam Pengembangan Sistem

 

A.     Analisis Sistem Analisis Sistem melibatkan pengumpulan dan pengorganisasian fakta. Teknik sistem yang berguna untuk analisis informasi adalah diagram alur data logika dan flowchart analitis.

B.     Desain Sistem Desain sistem melibatkan penyusunan cetak biru sistem secara lengkap dan utuh. Teknik sistem seperti diagram input proses output, diagram HIPO, flowchart program, tabel keputusan dan lain sebagainya digunakan secara ekstensif untuk mendokumentasikan perancangan sistem.

C.     Implementasi Sistem Implementasi sistem mencakup aktivitas aktual mempraktekkan desain sistem yang telah dibuat.

 


Jenis-Jenis Teknik Dokumentasi Sistem Informasi

 

1.      Diagram Arus Data / Data Flow Diagram (DFD)

 

Diagram Arus Data (DAD) atau Data Flow Diagram (DFD) adalah diagram aliran data untuk memisahkan secara jelas proses logis dalam analisis sistem dari proses fisik perancangan sistem. Ada 3 jenis diagram dalam DFD, yaitu :

1.               Diagram Konteks : Diagram yang menjelaskan gambaran umum / garis besar dalam suatu sistem.

2.               Diagram Zero : Diagram yang menggambarkan proses dalam keseluruhan yang ada dalam Diagram Konteks.

3.               Diagram Level : Diagram yang menggambarkan proses dalam keseluruhan yang ada dalam Diagram Zero.


Diagram arus data menggunakan simbol untuk menandakan sebuah proses, sumber data dan entitas dalam sebuah sistem. Pemakai utamanya adalah analis sistem dan perancang sistem. Diagram arus data digunakan oleh analis sistem untuk mendokumentasikan perancangan logis sistem guna membantu pengguna memahami proses kerja sistem. Penggunaan diagram arus data bertujuan untuk memisahkan secara jelas proses logis dari sistem analis dari proses fisik perancangan sistem


Elemen-Elemen dalam Diagram Arus Data

 

Pembuat diagram arus data selalu menggunakan symbol-simbol yang mudah dimengerti oleh pengguna sistem, biasanya simbol yang digunakan adalah sebagai berikut:

1.             Simbol Sumber dan tujuan data. Pada dasarnya, sumber dan tujuan tsb disebut sebagai entitas, sumber dan tujuan data tsb dinotasikan dengan kotak persegi empat.

2.             Simbol Arus data (data flow), pergerakan data menggambarkan aliran data melalui pemrosesan, file data dan entitas data. Untuk menggambarkan aliran data tsb, ditunjukkan dengan garis lurus atau melengkung dengan tanda panah

3.             Kegiatan proses pada sistem adalah kegiatan mentransformasikan data keuangan yang diterima.

4.             Tempat penyimpanan data. Data yang disimpan harus diberi label yang jelas dan tempat penyimpanan data ini tidak bisa dilihat secara fisik, karena berbentuk perangkat lunak.

5.            
Kamus data. Kamus data (data dictionary) menggambarkan deskripsi semua elemen data, penyimpanan dan arus data pada sebuah sistem. Adakalanya kamus data ini berbentuk sebuah salinan utama (master copy) dari kamus data untuk menunjukkan konsistensi dan akurasi dalam pengembangan sistem informasi yang tersedia.


 

 

 

Pada gambar diatas menjelaskan penerimaan pembayaran dari konsumen dalam bentuk pembayaran uang dan pengiriman ke sistem piutang agar terjadi pembaharuan pencatatan saldo piutang, pembayaran dalam bentuk tunai dikirim ke bank perusahaan untuk dicatat sebagai setoran ke bank. Aliran lain adalah melalui sistem untuk mencatat perubahan saldo piutang pada sistem. Departemen kredit akan melakukan pembaharuan saldo piutang atas nama pelanggan yang telah menyerahkan sejumlah uang berdasarkan informasi piutang yang diterima dari sistem.

Diagram Arus Data ke Dalam Subsistem

 

Untuk memudahkan penafsiran diagram arus data, terutama pada gambaran yang lebih detil dan rinci, biasanya diagram arus data ini dipecah-pecah kedalam subbagian yang lebih kecil, ini dilakukan untuk mengantisipasi jika gambar membutuhkan tingkatan yang lebih rinci.


Untuk menjelaskan kepada pembaca, sistem diagram arus data diawali dengan menampilkan diagram konteks (context diagram) yang bertujuan menjelaskan gambaran ringkas tentang sistem tsb. Diagram ini menjelaskan sistem pemroses data dan entitas eksternal yang menjelaskan arah dan tujuan sebuah proses sistem.


 

 

Gambar diatas menunjukkan bahwa sistem pemrosesan penjualan dimulai dari penerimaan pesanan pelanggan, bagian kredit akan memverifikasi kelayakan pemberian kredit kepada pelanggan, departemen penjualan mengirim surat pengeluaran barang ke departemen gudang, departemen pengiriman menerima barang dan slip pengepakan dan dokumen pengiriman, sedangkan departemen pengendalian persediaan menerima dokumen pengeluaran barang dari departemen penjualan. Dalam sistem pesanan penjualan, departemen pengeluaran barang dari departemen penjualan. Dalam sistem pesanan penjualan, departemen penagihan berperan mendistribusikan ke berbagai departemen, diantaranya ke departemen piutang dagang dalam bentuk salinan buku besar dan departemen buku besar.

 

 

Diagram Bagan Alir I Flowchart

 

Diagram Bagan alir (flowchart) merupakan kumpulan dari notasi diagram simbolik yang menunjukkan aliran data dan urutan operasi dalam sistem. Bagan alir (flowchart) merupakan metode teknik analisis yang dipergunakan untuk mendeskripsikan sejumlah aspek dari sistem informasi secara jelas, ringkas dan logis. Sebuah bagan alir akan representasikan grafikal pada suatu sistem yang menggambarkan terjadinya relasi fisik antara entitas kuncinya. Auditor, analis sistem, perancang sistem dan pemrogram, merupakan orang-orang yang paling mengenal notasi ini. Simbol Flowchart Diagram Sistem Akuntansi merupakan simbol-simbol yang digunakan untuk mendefinisikan proses pada siklus sistem akuntansi. Berikut ini adalah simbol flowchart diagram pada sistem akuntansi:



 



Pengelompokan Bagan Alir

 

1.  Bagan alir sistem, yaitu bagan yang menunjukkan gambaran diagram arus data melalui serangkaian operasional dalam sistem pemrosesan data otomatis. Bagan ini menjelaskan bagaimana data diambil dan ditempatkan dalam sistem, bagaimana proses lanjutan yang terjadi pada data dan output sistem. Aliran pemrosesan digambarkan dengan symbol- simbol yang dihubungkan dengan garis alir. Simbol yang digunakan berupa garis lurus berbentuk tanda panah.

2.   Bagan alir dokumen, yaitu diagram yang menggambarkan arus dokumen melalui berbaai departemen dan fungsi dalam sebuah organisasi. Bagan alir dokumen, khususnya berguna untuk menganalisis kelengkapan prosedur pengendalian didalam suatu sistem, seperti pemeriksaan internal dan pemisahan fungsi. Bagan alir dokumen serupa dalam hal format dengan bagan alir analitis, tetapi lebih memuat sedikit rincian mengenai fungsi pemrosesan dari setiap entitas yang digambarkan dalam bagan. Simbol yang digunakan dalam bagan ini adalah symbol yang menjelaskan aliran dokumen.

3.  Bagan alir program, menunjukkan proses penjelasan yang dibutuhkan oleh auditor untuk memperjelas proses yang dituangkan pada bagan alir sistem. Bagan alir program merupakan bagan pelengkap dari bagan alir sistem, bagan ini mendukung dan mendeskripsikan logika yang dibuat pada bagan alir sistem.

Diagram Relasi Entitas – REA

 

Diagram REA adalah suatu teknik dokumentasi yang digunakan untuk menyajikan relasi antara entitas (sumber daya, peristiwa, dan agen) dalam sebuah sistem. Sebuah entitas adalah sumber daya (mobil, kas, atau persediaan), sebuah peristiwa (memilih mobil, pesanan barang- barang, menerima kas, atau memperbaharui record akuntansi), atau seorang agen (petugas penjualan pelanggan, atau pemasok).

 

PEMBAHASAN

Implemetasi Teknik dan Dokumentasi Sistem Informasi Akuntansi PT TELEKOMUNKASI INDONESIA, Tbk.

Dokumentasi sistem merupakan suatu kegiatan merekam aktivitas transksi keuangan secara prosedural yang dijelaskan dalam bentuk visualisasi atau gambar dengan simbol-simbol dokumentasi sistem yang telah di standarkan atau diseragamkan sebelumnya. Dokumentasi sistem ini sangat berguna sekali bagi analisis sistem informasi dalam melakukan project pengembangan sistem yang sedang di jalankannya. Selain untuk membantu analis dalam mengembangkan sistem informasi dokumentasi sistem juga berguna bagi pemeriksa laporan keuangan (auditor) dalam melakukan proses audit khususnya audit laporan keuangan. Dokumentasi sistem juga sangat berguna bagi perusahaan sebagai buku panduan operasi atau kegiatan aktivitas bisnis perusahaan, dan untuk mengimplementasikan dan menggambarkan  kebijakan yang berkaitan dengan aktivitas bisnis perusahaan. Untuk dapat melakukan dokumentasi sistem seorang analisis sistem dapat menggunakan beberapa teknik dokumentasi yang telah dikenalkan oleh beberapa ahli pembuat sistem informasi. Teknik dokumentasi merupakan alat yang digunakan dalam analisis, desain dan dokumentasi sistem dan untuk memahami keterkaitan antara subsistem yang satu dengan beberapa sub sistem yang lainnya. Teknik dokumentasi sistem ini wajib dimiliki baik oleh analis sistem informasi, auiditor, akuntan atau tenaga pembukuan maupun pihak manajemen perusahaan.

Sistem informasi akuntansi merupakan sub sistem informasi yang menjadi penentu dalam pengambilan keputusan, baik oleh manajemen perusahaan itu sendiri maupun pihakpihak yang berkepentingan dengan perusahaan. Pengertian sistem informasi akuntansi menurut Widjajanto (2001:4), adalah: Susunan berbagai dokumen, alat komunikasi, tenaga pelaksana, dan berbagai laporan yang didesain untuk mentransformasikan data keuangan menjadi informasi keuangan.

Informasi akuntansi berupa analisis rasio keuangan, (misalnya, likuiditas, leverage, arus kas dan ekuitas perusahaan), merupakan metode yang secara luas digunakan untuk menetapkan atau menentukan kekuatan dan kelemahan organisasi/perusahaan dalam keputusan – keputusan investasi, pembelanjaan, dan dividen. Oleh karena bidang – bidang fungsional suatu perusahaan sangat terkait antara satu dengan lainnya, maka rasio – rasio keuangan dapat menjadi tanda – tanda kekuatan atau kelemahan aktivitas – aktivitas manajemen strategi. PT Telekomunikasi Indonesia (Persero), Tbk sebagai perusahaan telekomunikasi terkemuka di Indonesia tentu akan menjawab tantangan bisnis yang semakin kompetitif dengan strategi-strategi yang direncanakan dengan matang. Pada kenyataannya, perusahaan telekomunikasi khususnya PT Telkom (Persero), Tbk Divre III tidak secara penuh menjalankan rencana perusahaan dan menghadapi kendala – kendala yang disebabkan oleh kurangnya sumber daya manusia, financial, perangkat informasi akuntansi dalam memberikan informasi yang akurat untuk menunjang keberhasilan pengujian manajemen strategi. Informasi akuntansi mengenai kebutuhan pelanggan yang berbeda dan teknologi yang tidak dapat dikembangkan merupakan faktor – faktor penghambat dalan perencanaan strategi. Penelitian pasar atau konsumen mungkin tidak selalu memberikan informasi yang berguna mengenai arah produk baru. Hal inilah yang menyebabkan manajemen strategi menjadi suatu keharusan di PT Telkom (Persero), Tbk Divre III. Oleh karena itu, sistem informasi akuntansi sangat berperan penting untuk menghasilkan informasi akuntansi yang jelas dan akurat yang dibutuhkan oleh para pihak manajemen perusahaan dalam pengambilan keputusan.

PT Telkom (Persero), Tbk telah melaksanakan sistem informasi akuntansi secara memadai. Hal ini dapat dilihat dari hasil pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner dan mengacu pada indikator-indikator mengenai sistem informasi akuntansi yang dilakukan pada PT Telkom (Persero), Tbk, adalah sebagai berikut:

1.      Input yang digunakan dalam sistem informasi akuntansi pada PT Telkom (Persero), Tbk berupa bukti penerimaan kas dan bukti pengeluaran kas (pembiayaan operasional, biaya perjalanan dinas, biaya pendidikan dan pelatihan, biaya kegiatan amal, dan biaya pegawa : gaji, upah, perawatan kesehatan).

2.      Proses pengolahan data sistem informasi akuntansi pada PT Telkom (Persero), Tbk berupa data akuntansi yang dijurnal, diposting ke buku besar, kemudian dilakukan pengikhtisaran ke dalam berbagai macam bentuk laporan.

3.      Output yang dihasilkan dari sistem informasi akuntansi pada PT Telkom (Persero), Tbk berupa laporan keuangan, laporan manajemen, laporan cost accounting. Laporan keuangan ditujukan bagi kepentingan pihak manajemen dan pihak luar seperti pemegang saham, pemerintah dan sebagainya, laporan manajemen ditujukan bagi manajer perusahaan yang digunakan untuk operasi rutin, perencanaan dan kontrol yang digunakan dalam strategi perencanaan, dan laporan akuntansi biaya yang berisi tentang perhitungan harga pokok.

 

 

 

 

 


 

KESIMPULAN

Pada dasarnya sistem informasi akuntansi merupakan kumpulan dari berbagai dokumen, alat komunikasi, tenaga pelaksana, dan berbagai laporan yang didesain untuk mentransformasikan data keuangan menjadi informasi keuangan yang terdapat dalam suatu perusahaan, sehingga memudahkan manajemen untuk mengambil keputusan. Pada umumnya sistem informasi akuntansi dan manajemen strategi pada PT Telkom (Persero), Tbk saling berhubungan, hal ini dapat dilihat bahwa apabila sistem informasi akuntansi memadai dapat menunjang manajemen strategi. Sistem informasi akuntansi yang memadai artinya mampu menyediakan informasi akuntansi yang dapat menunjang pelaksanaan manajemen strategi agar dapat mencapai tujuan perusahaan dengan baik. Berdasarkan pembahsan berkaitan dengan sistem informasi akuntansi pada PT Telkom (Persero), Tbk dapat diketahui bahwa sistem informasi akuntansi telah dilaksanakan secara memadai. Informasi akuntansi yang dihasilkan dapat dipahami, berkaitan dengan tujuan dilaksanakannya sistem informasi akuntansi yaitu memberikan informasi akuntansi yang dapat menunjang pengambilan keputusan manajemen. Dengan adanya informasi yang mudah dipahami, tim manajemen strategi dapat menggunakan informasi tersebut sebagai salah satu dasar merumuskan strategi perusahaan. Informasi akuntansi yang relevan dapat menunjang keputusan yang diambil oleh pihak manajemen strategi, karena dapat menggambarkan kondisi perusahaan yang sebenarnya sehingga pihak manajemen strategi dapat memilih strategi yang tepat yang akan dilakukan perusahaan.


 

DAFTAR PUSTAKA

Damayanti, K., Fardinal., (2019). The Effect of Information Technology Utilization, Management Support, Internal Control, and User Competence on Accounting Information System Quality. Schollars Bulletin, 5(12), 751-758.

Fadilah, Sri. 2008. Studi Pelaksanaan Sistem Informasi Akuntansi Dalam Menunjang Manajemen Strategi (Pada PT TELKOM Persero, Tbk Divisi Regiobal III Jawa Barat dan Banten).  Jurnal Telaah & Riset Akuntansi, 1(1), 65-81.

Hanifah, S., Sarpingah, S., & Putra, Y. M., (2020). The Effect of Level of Education, Accounting Knowledge, and Utilization Of Information Technology Toward Quality The Quality of MSME ’ s Financial Reports. The 1st Annual Conference Economics, Business, and Social Sciences (ACEBISS) 2019, 1(3). https://doi.org/10.4108/eai.3-2-2020.163573

Putra, Y. M., (2018). Konsep Sistem, Sistem Informasi, dan Sistem Informasi Akuntansi. Modul Kuliah Sistem Informasi Akuntansi. Jakarta : FEB-Universitas Mercu Buana.

Putra, Y. M., (2019). Analysis of Factors Affecting the Interests of SMEs Using Accounting Applications. Journal of Economics and Business, 2(3), 818-826. https://doi.org/10.31014/aior.1992.02.03.129

Putra, Y. M., (2018). Teknik dan Dokumentasi Sistem Informasi Akuntansi. Modul Kuliah Sistem Informasi Akuntansi. Jakarta : FEB-Universitas Mercu Buana.

 

 


Comments