Implementasi Sistem, Sistem Informasi, Sistem Informasi Akuntansi Pada PT Unilever Indonesia, Tbk

 

ARTIKEL

IMPLEMENTASI KONSEP SISTEM, SISTEM INFORMASI, DAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA PT UNILEVER INDONESIA, Tbk

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas kuliah

Sistem Informasi Akuntansi


Dosen Pengampu: Yananto Mihadi Putra, SE, M.Si


 

Disusun oleh:

Lailatus Sholihah        43220010184

 

JURUSAN AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITA MERCU BUANA

JAKARTA

2022

 

ABSTRAK

Aktivitas bisnis di bidang pangan, sandang dan papan merupakan aktivitas bisnis yang bergengsi dan menjanjikan bagi para pengusaha. Bisnis bergerak dalam bidang manufaktur, pemasaran dan distribusi barang konsumsi termasuk sabun, deterjen, margarin, makanan berbasis susu, es krim, produk kosmetik, minuman berbasis teh dan jus buah memiliki persaingan yang semakin ketat. Oleh karena itu sangat penting bagi suatu perusahaan termasuk didalamnya perusahaan di bidang manufaktur, untuk menerapkan suatu sistem informasi yang relevan sesuai dengan kebutuhan perusahaan itu sendiri. Terutama dalam masalah keuangan perusahaan yang akan digunakan untuk pengambilan keputusan.

Sistem informasi akuntansi merupakan sistem informasi yang bersifat fungsional dan mendasari sistem informasi fungsional lainnya seperti informasi keuangan, sistem-sistem informasi lain yang membutuhkan data keuangan dari sistem akuntansi. Laporan keuangan merupakan salah satu informasi yang dihasilkan dari proses sistem informasi akuntansi, sebagai media untuk mengetahui kondisi dan perkembangan keuangan yang telah dicapai oleh suatu perusahaan. Dalam penyajiannya, tidak sedikit perusahaan yang menyajikan laporan keuangan yang belum berkualitas, artinya belum sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, hal ini tentunya berdampak pada penilaian atau opini audit terhadap laporan keuangan tersebut. Untuk mengatasi permasalahan tersebut diperlukan peranan sistem informasi akuntansi yang memadai sebagai salah satu sarana yang digunakan untuk membantu perusahaan dalam mengelola dan mengawasi aktivitas perusahaan, termasuk pengelolaan data keuangan untuk menghasilkan suatu informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan serta dalam menentukan perencanaan, pengkoordinasian, pengawasan, danpengendalian di perusahaan.

Kata kunci: sistem, informasi, sistem informasi, Sistem Informasi Akuntansi (SIA)

 

 

 

 

 

PENDAHULUAN

Di era globalisasi dengan kemajuan teknologi yang sudah semakin pesat banyak perusahaan yang menggunakannya dengan tujuan perusahaan tersebut dapat berkembang dengan baik. Kepentingannya terutama dibidang informasi keuangan. Sistem informasi adalah sekumpulan hardware, software, brainware, prosedur dan aturan yang diorganisasikan secara integral untuk mengelola data menjadi informasi yang bermanfaat guna memecahkan masalah dan pengambilan keputusan. Informasi untuk pihak berkepentingan  sangat dibutuhkan oleh pihak-pihak perusahaan dan pihak ekternal contohnya, calon investor, kreditur, kantor pajak, dan masyarakat umum untuk dapat menyajikan informasi keuangan yang baik yaitu informasi yang berkualitas, akurat, relevan dan tepat waktu maka diperlukan sistem yang mampu mengolah data akuntansi menjadi sebuah laporan keuangan sehingga menghasilkan keputusan yang tepat untuk masing-masing perusahaan. Dengan demikian, pengelolaan sistem informasi merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan.

Sistem informasi akuntansi berperan sebagai pengaman harta kekayaan perusahaan. Dengan adanya unsur pengendalian atau pengecekan dalam sistem akuntansi, berbagai kecurangan, penyimpangan dan kesalahan dapat dihindarkan atau dilacak sehingga dapat diperbaiki dan diperlukan suatu sistem, kebijakan, dan prosedur yang memadai. Dalam pengelolaan persediaan dituntut agar memberikan suatu pengawasan yang lebih sehingga dapat tercapainya hasil produksi yang memuaskan dan berkualitas. Menurut La Midjan dan Azhar (2005 : 31) sistem informasi akuntansi adalah suatu sistem pengolahan data akuntansi yang merupakan koordinasi dari manusia, alat, dan metode yang berinteraksi secara harmonis dalam suatu wadah organisasi yang terstruktur untuk menghasilkan informasi akuntansi keuangan dan informasi akuntansi manajemen yang terstruktur pula. Pengeololaan Sistem Informasi Akuntansi yang baik tentu akan mempermudah dalam pengolahan operasional perusahaan. Setelah data dikumpulkan, lalu data akan diproses menjadi informasi yang dapat dimanfaatkan untuk pengambilan keputusan. SIA juga akan melakukan kontrol aset perusahaan dengan tepat. Dalam pembahasan ini akan di bahas tentang Konsep Sistem, Sistem Informasi, dan Sistem Informasi Akuntansi.

 

 





LITERATUR TEORI

1.      Sistem

Menurut Azhar Susanto (2015), definisi sistem adalah kumpulan dari sub sistem, bagian, unsur, komponen apapun baik fisik maupun non fisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerjasama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan.  Dengan demikian sistem merupakan sekelompok unsur yang erat berhubungan satu dengan lainnya, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu, yang dibuat untuk menangani sesuatu yang berulang kali atau yang secara rutin terjadi.

 Dalam suatu organisasi ada 3 sistem, yang berperan sebagai pedoman yaitu:

1.      Sistem Informasi, yaitu dalam bentuk sistem informasi akuntansi dan sistem informasi manajemen.

2.      Sistem Operasi, yaitu dalam bentuk proses bisnis dan fungsi bisnis.

3.      Sistem Pengendalian, yaitu dalam bentuk fungsi manajemen yang dapat berperan mengendalikan sistem informasi dan sistem operasi.

Tujuan sistem merupakan target atau sasaran akhir yang ingin dicapai oleh suatu sistem. Implementasi sistem pada perusahaan umumnya bertujuan untuk mengurangi resiko penyimpangan pada aktifitas perusahaan sebagai akibat dari adanya aktifitas yang tidak terkendali.

Sistem terdiri dari sistem-sisten bagian (subsistem) yaitu :

1.       Prosedur adalah suatu urutan-urutan pekerjaan clerical, yang melibatkan beberapa bagian dan orang dalam suatu organisasi. Disusun untuk menjamin keseragaman aktivitas operasional perusahaan.

2.       Data adalah suatu masukan atau input dapat berupa signal, gelombang, tulisan, gambar yang nantinya akan diolah menjadi sebuah informasi.

3.        Informasi adalah Data yang telah diolah dan digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan.

4.       Informasi yang berkualitas adalah sebuah informasi yang disajikan secara relevan, akurat, tepat waktu.

Menurut Sutabri (2012:15) sistem merupakan suatu bentuk integrasi antara satu komponen dengan komponen lain karena sistem memiliki sasaran yang berbeda untuk setiap kasus yang terjadi didalam sistem tersebut. Oleh karena itu sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang seperti:

·         Sistem Abstrak dan Sistem Fisik : Sistem abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik.

·         Sistem Alamiah dan Sistem Buatan Manusia : Sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat oleh manusia, misalnya sistem perputaran bumi, terjadinya siang malam dan pergantian musim.

·         Sistem Deterministik dan Sistem Probabilistik : Sistem yang beroprasi dengan tingkah laku yang dapat diprediksi disebut sistem deterministik. Sistem komputer adalah contoh dari sistem yang tingkah lakunya dapat dipastikan berdasarkan program-program computer yang dijalankan.

·         Sistem Terbuka dan Sistem Tertutup : Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh oleh lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa ada campur tangan dari pihak luar.

 

2.      Informasi

Informasi merupakan hasil pengolahan data yang berarti dan berguna. Dengan demikian Informasi dapat didefinisikan sebagai sekumpulan data yang sudah diorganisir dan diproses yang memberikan arti dan sebagai dasar untuk mengambil keputusan. Menurut Azhar Susanto (2015) agar informasi dapat dikategorikan sebagai informasi yang berkualitas, maka suatu sistem harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1.      Akurat (yang menentukan manusia dibantu komputer) adalah informasi yang tersedia mencerminkan keadaan yang sesungguhnya.

2.      Tepat waktu (yang menentukan manusia dibantu computer) adalah informasi ada pada saat diperlukan.

3.      Relevan (yang menentukan manusia dibantu komputer) adalah informasi tersedia sesuai dengan kebutuhan (Sesuai kebutuhan).

4.      Lengkap (yang menentukan manusia dibantu komputer) adalah semua informasi yang diperlukan tersedia (memenuhi kebutuhan).

 

3.      Sistem Informasi

Kumpulan dari sub-sub sistem baik fisik maupun non fisik yang saling berhubungan dan bekerja sama secara harmonis untuk mengolah data menjadi informasi. Berdasarkan beberapa definisi tersebut, maka Sistem Informasi Akuntansi di definisikan : “Kumpulan dari sub-sub sistem baik fisik maupun non fisik yang saling berhubungan dan bekerja sama secara harmonis untuk mengolah data yang terkait dengan masalah keuangan menjadi informasi keuangan”. 

4.      Sistem Informasi Akuntansi (SIA)

Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu sistem dalam sebuah organisasi yang bertanggung jawab untuk penyiapan Informasi yang diperoleh dari pengumpulan dan pengolahan data transaksi yang berguna bagi semua pemakai baik di dalam maupun di luar perusahaan. Sistem Informasi Akuntansi (SIA) juga dapat diartikan sebagai kumpulan kegiata-kegiatan dari organisasi yang bertanggung jawab untuk menyediakan Informasi keuangan dan Informasi yang didapatkan dari transaksi data untuk tujuan pelaporan internal maupun eksternal perusahaan. Sistem Informasi Akuntansi (SIA) menyiapkan informasi bagi manajemen dengan melaksanakan operasi-operasi tertentu atas semua data sumber yang diterimanya dan juga mempengaruhi hubungan organisasi perusahaan dengan lingkungan sekitarnya.

Sistem akuntansi dapat berupa organisasi formulir, catatan, dan laporan yang dikoordinasikan sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh manajemen guna memudahkan pengelolaan perusahaan. Dari definisi ini, unsur suatu sistem akuntansi pokok adalah formulir, catatan yang terdiri dari jurnal, buku besar dan buku pembantu serta laporan. Menurut Mulyadi (2010) sistem akuntansi adalah organisasi formulir, catatan, dan laporan yang dikoordinasi sedemikian rupa untuk menyediakan informasi keuangan yang dibutuhkan manajemen guna memudahkan pengolahan perusahaan.

 

 

Dalam Sistem Akuntansi ada 4 jenis sub-Sistem di dalamnya, yaitu:

1. Sistem Akuntansi Siklus Pendapatan

2. Sistem Akuntansi Siklus Pengeluaran

3. Sistem Akuntansi Siklus Pengupahan dan Sumber Daya Mannusia

4. Sistem Akuntansi Siklus Produksi

Fungsi Sistem  Informasi Akuntansi

1.      Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas-aktivitas yang dilaksanakan oleh organisasi agar pihak manajemen, pegawai, dan pihak-pihak luar yang berkepentingan dapat meninjau ulang hal-hal yang telah terjadi.

2.      Mengubah data menjadi informasi yang berguna bagi pihak manajemen untuk membuat keputusan dalam aktivitas perencanaan, pelaksanaan, dan pengawsan.

3.      Menyediakan pengendalian yang memadai untuk menjaga aset-aset organisasi termasuk data organisasi, untuk memastikan bahwa data tersebut saat dibutuhkan, akurat dan handal.

Tujuan Sistem Informasi Akuntansi

1.      Mendukung kegiatan operasi sehari-hari (transaction processing system) user dari sistem

·  Internal : Untuk kepentingan dalam perusahaan seperti manajer, karyawan.

·  Eksternal : Untuk pihak luar perusahaan seperti konsumen membutuhkan bukti dan penagihan, pemasok menginginkan pembelian dan pembayaran dengan cek, karyawan untuk pelaporan gaji , bank untuk transaksi pembayaran dan penyimpanan uang perusahaan.

2.      Mendukung pengambilan keputusan oleh pengambil keputusan internal. Misalnya keputusan untuk membeli atau membuat sendiri produk/material.

3.      Memenuhi kewajiban terkait dengan pertanggung jawaban perusahaan. Misalnya membayar pajak ke kas negara, menyusun laporan keuangan (bagi perusahaan yang go public).

 

 

Karakteristis Sistem Informasi

Akuntansi Untuk menjamin kebenaran, keakuratan dan kecepatan data dan informasi lainnya yang disajikan dari output sistem informasi akuntansi harus dikendalikan berdasarkan karakteristik dari pembuatan sistem informasi akuntansi tersebut, sehingga konsep dasar sistem merupakan suatu sistem dapat didefinisikan sebagai suatu kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih komponen atau subsistem yang berinteraksi untuk mencapai tujuan. Contoh komputerisasi sistem penjualan, komputeriasi penggajian dan pengupahan.

Karakteristik sistem

1.      Komponen-komponen (Components)

2.      Batas Sistem (Boundary)

3.      Lingkungan Luar Sistem (Environment)

4.      Penghubung (Interface)

5.      Masukan (Input)

6.      Keluaran (Output)

7.      Pengolah (Process)

8.      Sasaran (Objective) Atau Tujuan (Goal)

Karakteristik SIA yang membedakannya dengan subsistem lainnya yaitu :

1.      SIA melakasanakan tugas yang diperlukan

2.      Berpegang pada prosedur yang relatif standar.

3.      Menangani data rinci.

4.      Berfokus historis.

5.      Menyediakan informasi pemecahan minimal.

Peran Sistem Informasi Akuntansi

1.      Semua informasi dibidang akuntansi dipakai untuk mengambil keputusan, sehingga SIA efektif dan penting bagi keberhasilan jangka panjang organisasi manapun.

2.      Mempelajari SIA adalah hal yang penting dalam akuntansi untuk :

-          Pemakaian informasi  didalam pengambilan keputusan

-          Sifat, desain, pemakaian dan implementasi SIA

-          Pelaporan informasi keuangan

3.      Bermanfaat untuk perancangan, penggunaan dan implementasi sistem laporan keuangan untuk menambah keahlian didalam merancang sebuah sistem.

Peran Sistem Informasi Akuntansi dalam rantai nilai perusahaan

1.       Tujuan dari kebanyakan organisasi adalah memberikan nilai bagi pelanggannya.

2.       Nilai tambah bermakna:

-          Menjadikan lebih cepat

-          Membuat lebih andal

-          Memberikan layanan/saran lebih baik

-          Menyediakan sesuatu yang biasanya terbatas

-          Memberikan fitur yang memberikan kemudahan

-          Membuat sesuatu menjadi fleksibel

3.       Value diperoleh dengan menjalankan serangkaian aktivitas, biasa disebut value chain. Meliputi:

-          aktivitas utama

-          aktivitas pendukung

4.       Aktivitas tersebut terkadang berhubungan dengan aktivitas n”line” and “staff”.

 

Unsur-unsur yang dapat mempengaruhi penerapan SIA dalam perusahaan :

1.      Analisa Perilaku

Setiap sistem yang tertuangkan dalam kertas tidak akan efektif dalam penerapannya kecuali seorang akuntan dapat mengetahui kebutuhan akan orang-orang yang terlibat dalam sistem tersebut. Akuntan tidak harus menjadi seorang psikolog, tapi cukup untuk mengerti bagaimana memotivasi orang-orang untuk mengarah kepada kinerja perusahaan yang positif.

Selain itu juga seorang akuntan harus menyadari bahwa setiap orang mempunyai persepsi yang berbeda-beda dalam menerima suatu informasi, sehingga informasi yang akan diberikan dapat didesain dan dikomunikasikan sesuai dengan perilaku (behavior) para pengambil keputusan.

 

2.      Metode Kuantitatif

Dalam menyusun informasi, seorang akuntan harus menggunakan metode ini untuk meningkatkan efektifitas dan nilai dari informasi tersebut.

3.      Komputer

Pada beberapa perusahaan, komputer telah digunakan untuk menggantikan pekerjaan rutin seorang akuntan, sehingga memberikan waktu yang lebih banyak kepada akuntan untuk dapat terlibat dalam proses pengambilan keputusan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PEMBAHASAN

Penerapan Sistem Informasi  Akuntansi Terhadap PT UNILEVER INDONESIA, Tbk

Unilever adalah perusahaan multinasional yang berkantor pusat di Rotterdam, Belanda (dengan nama Unilever N.V.) dan London, Inggris (dengan nama Unilever plc). Unilever memproduksi makanan, minuman, pembersih, dan juga perawatan tubuh. Unilever adalah produsen barang rumah tangga terbesar ketiga di dunia, jika didasarkan pada besarnya pendapatan pada tahun 2012, dibelakang P&G dan Nestlé. Unilever juga merupakan produsen olesan makanan (seperti margarin) terbesar di dunia. Unilever adalah salah satu perusahaan paling tua di dunia yang masih beroperasi, dan saat ini menjual produknya ke lebih dari 190 negara 1. PT Unilever Indonesia, Tbk (perusahaan) didirikan pada 5 Desember 1933 sebagai Zeepfabrieken N.V. Lever dengan akta No. 33 yang dibuat oleh Tn.A.H. van Ophuijsen, notaris di Batavia. Akta ini disetujui oleh gubernur jenderal Van Negerlandsch-Indie dengan surat No. 14 pada tanggal 16 Desember 1933, terdaftar di Raad van Justitie di Batavia dengan No. 302 pada tanggal 22 Desember 1933 dan diumumkan dalam javasche courant pada tanggal 9 Januari 1934 Tambahan No. 3. Dengan akta No. 171 yang dibuat oleh notaris Ny. Kartini Mulyadi tertanggal 22 Juli 1980, nama perusahaan diubah menjadi PT Unilever Indonesia, Tbk. Dengan akta no. 92 yang dibuat oleh notaris Tn. Mudofir Hadi, S.H. tertanggal 30 Juni 1997, nama perusahaan diubah menjadi PT Unilever Indonesia, Tbk. Akta ini disetujui oleh menteri kehakiman dengan keputusan No. C2-1.049HT.01.04TH.98 tertanggal 23 Februari 1998 dan diumumkan di berita negara No. 2620 tanggal 15 Mei 1998 tambahan No. 39.

Semakin ketatnya persaingan dalam dunia bisnis setiap perusahaan selalu ingin menampilkan performa yang terbaik dari perusahaannya. Hal itu, mengharuskan manajemen PT Unilever lebih kompetitif dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam operasionalnya, agar perusahaan dapat bertahan dalam eksistensi mencapai tujuan perusahaan (Lahaya, 2017), sehingga sistem informasi menjadi penting dalam menunjang setiap kegiatan operasionalnya dan membantu perusahaan dalam pengambilan keputusan. Sistem informasi yang dimaksud adalah Sistem Informasi Akuntansi (SIA). Sistem Informasi Akuntansi ini membantu sistem yang digunakan Oleh PT. Unilever, sistem ini bernama sistem ASIA. Fungsinya adalah mencatat semua aktivitas yang terjadi pada suatu perusahaan dalam periode tersebut. Sistem ini secara otomatis akan menghitung dan memberikan output berupa informasi yang dapat digunakan sebagai pengambilan keputusan. Sistem ini bernama Sistem Mc Frame, yang berfungsi untuk mencatat semua aktivitas produksi yang terjadi dalam perusahaan dalam suatu periode. Sistem ini secara otomatis akan menghitung dan memberikan output berupa informasi yang dapat di gunakan sebagai pengambilan keputusan dan mentransfer informasi yang telah diolah ke sistem ASIA untuk dijadikan laporan keseluruhan perusahaan.

 

 

Keunggulan sistem informasi yang digunakan PT Unilever Indonesia, Tbk yaitu :

1.      Umumnya Sistem Informasi Akuntansi yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Oleh karena itu, karyawan yang ditugaskan mengerti akan kebutuhan dari sistem perusahaan itu sendiri.

2.      Biaya pengembangannya relatif lebih rendah, karena hanya melibatkan pihak perusahaan saja.

3.      Sistem Informasi Akuntansi yang dibutuhkan dapat segara direalisasikan serta dapat segera melakukan perbaikan untuk menyempurnakan sistem tersebut.

4.      Sistem informasi akuntansi yang dibangun sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan serta dokumentasi yang disertakan lebih lengkap.

5.      Mudah untuk melakukan modifikasi dan pemeliharaan terhadap sistem informasi, karena pada proses pengembangannya sendiri kayawanlah yang melakukannya.

6.      Terdapatnya insentif tambahan bagi karyawan yang diberikan tanggung jawab untuk mengembangkan sistem informasi akuntansi pada perusahaan tersebut.

7.      Lebih mudah untuk melakukan pengawasan serta keamanan pada data perusaaan dengan lebih terjamin dan aman.

8.      Sistem informasi yang dikembangkan dapat diintegrasikan lebih mudah dan lebih baik terhadap sistem yang sudah ada.

 

Kelemahan Sistem Informasi yang digunakan PT Unilever Indonesia, Tbk yaitu :

1.      Keterbatasan jumlah dan tingkat kemampuan SDM yang menguasai teknologi informasi.

2.      Pengembangan sistem informasi membutuhkan waktu yang lama karena konsentrasi karyawan harus terbagi dengan pekerjaan rutin sehari-hari sehingga pelaksanaannya menjadi kurang efektif dan efisien.

3.      Perubahan dalam teknologi informasi terjadi secara cepat dan belum tentu perusahaan mampu melakukan adaptasi dengan cepat sehingga ada peluang teknologi yang digunakan kurang canggih (tidak up to date).

4.      Membutuhkan waktu untuk pelatihan bagi operator dan programmer sehingga ada konsekuensi biaya yang harus dikeluarkan.

5.      Adanya demotivasi dari karyawan ditugaskan untuk mengembangkan sistem informasi karena bukan merupakan core competency pekerjaan mereka.

6.      Kurangnya tenaga ahli (expert) di bidang sistem informasi dapat menyebabkan kesalahan persepsi dalam pengembangan sistem dan kesalahan/resiko yang terjadi menjadi tanggung jawab perusahaan (ditanggung sendiri).

Berdasarkan penjelasan diatas maka,  dapat disimpulkan manfaat SIA dalam Akuntansi untuk berbgai organisasi adalah :

1.       Menjadikan pekerjaan lebih mudah (makes job easier)

2.       Bermanfaat (usefull) untuk mengolah data transaksi ekonomi perusahan yang telah diinput oleh pemakai (user) dari otomatisasi pemrosesan computer menjadi laporan keuangan perusahan.

3.       Menambah produktifitas (Increase productivity).

4.       Mempertinggi efektifitas (enchance effectiveness).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KESIMPULAN

Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu sistem yang bertugas mengumpulkan data dari kegiatan-kegiatan perusahaan dan mengubah data tersebut menjadi informasi serta menyediakan informasi bagi perusahaan dari pihak eksternal maupun internal. Sistem SIA adalah semua sumber data baik yang berasal dari dalam maupun dari luar perusahaan dikumpulkan menjadi satu dan diubah ke dalam bentuk database. Setelah itu semua data yang telah berbentuk database, diubah dengan menggunakan perangkat lunak menjadi sebuah informasi yang lebih bermanfaat bagi semua pemakai informasi untuk digunakan sebagai mengambil keputusan. Sistem Informasi Akuntansi ini membantu sistem yang digunakan oleh PT Unilever, sistem ini bernama sistem ASIA. Fungsinya adalah mencatat semua aktivitas yang terjadi pada suatu perusahaan dalam periode tersebut. Sistem Informasi Akuntansi yang di gunakan pada perusahaan PT Unilever memiliki fokus bisnis yaitu Mengelola berbagai hubungan pelanggan dengan melibatkan dua tujuan yang saling berkaitan dan unilever memiliki kompenen utama dalam strategis CRM Unilever Menggunakan Real Dialog, yaitu alat dalam panggilan pusat.

Peranan pemroses data dalam memecahkan masalah dibagi menjadi 2, yaitu :

·         Menghasilkan output-output informasi dalam bentuk laporan akuntansi standar, yang sangat berguna dan penting dalam area keuangan dan pada tingkat manajemen puncak.

·         Sistem informasi Akuntansi (SIA) menyediakan Database yang lengkap yang dapat digunakan dalam pemecahan masalah. Database ini menyediakan banyak input bagi subsistem CBIS (Computer Based Information System) lain (terutama SIM dan DSS).

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Damayanti, K., Fardinal., (2019). The Effect of Information Technology Utilization, Management Support, Internal Control, and User Competence on Accounting Information System Quality. Schollars Bulletin5(12), 751-758. 

Budiman, Ellen. (2009). Penerapan CRM pada perusahaan PT Unilever Indonesia, Tbk. Diakses pada 11 Maret 2022, dari https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=4&ved=0CCsQFjADahUKEwimwemDvrLIAhVWkI4KHTSmBd8&url=https%3A%2F%2Fbywhite.files.wordpress.com%2F2009%2F06%2Fpaper-ii-mandiri-ellen-crm-revisi.doc&usg=AFQjCNHztZ-ES35YkmOKm3Z66sdPb_whMw&sig2=5a9aN_kiafvr0rgwXff2Lg&cad=rja

Hanifah, S., Sarpingah, S., & Putra, Y. M., (2020). The Effect of Level of Education, Accounting Knowledge, and Utilization Of Information Technology Toward Quality The Quality of MSME ’ s Financial ReportsThe 1st Annual Conference Economics, Business, and Social Sciences (ACEBISS) 20191(3). https://doi.org/10.4108/eai.3-2-2020.163573

Konsultanku.co.id. 25 Agustus 2019. Pentingnya Sistem Informasi Bagi Perusahaan. Diakses pada 11 Maret 2022, dari https://konsultanku.co.id/blog/pentingnya-sistem-informasi-akuntansi-bagi-perusahaan

Putra, Y. M., (2018). Konsep Sistem, Sistem Informasi, dan Sistem Informasi Akuntansi. Modul Kuliah Sistem Informasi Akuntansi. Jakarta : FEB-Universitas Mercu Buana.

Putra, Y. M., (2019). Analysis of Factors Affecting the Interests of SMEs Using Accounting Applications. Journal of Economics and Business2(3), 818 826. https://doi.org/10.31014/aior.1992.02.03.129

Sofia, I. P, (2018). Sistem Informasi Akuntansi. Modul Sistem Informasi Akuntansi. Jakarta : FEB-Universitas Pembangunan Jaya.

Comments